Home / Artikel / Cerita Hijrah / Niza Nurmalasari, Pensiun Dari Vokalis Band Death Metal demi Dalami Islam

Niza Nurmalasari, Pensiun Dari Vokalis Band Death Metal demi Dalami Islam

 

Niza Nurmalasari adalah mantan vokalis perempuan dari band death metal yang cukup dikenal di scene metal Surabaya, Climaxeth.

Niza adalah salah satu pendiri band ini, dan sudah sekitar satu bulan lalu dirinya memutuskan keluar dari band untuk fokus kuliah, bekerja dan mendalami ilmu agama Islam. Keputusannya untuk berhijab memang sudah beberapa bulan lalu, dan kemudian hidayah itu berlanjut untuk lebih mendekatkan diri lagi dengan Islam.

Hidayah dari Allah SWT berhasil mengangkat dirinya dari kehidupan masa lalu yang dekat dengan musik metal, alkohol dan rokok menuju Islam.

Wawancara ini menarik untuk disimak agar kita tahu bagaimana Niza akhirnya bisa keluar dari lingkungan komunitas musik metal dan kemudian mendalami Islam. Meski awalnya Niza berat memutuskan untuk diwawancara, namun alhamdulillah akhirnya beliau bersedia juga. Berikut obrolan salah satu wartawan Underground Tauhid dengan Niza melalui Messenger:

UGT: Saya masih penasaran pengen wawancara kamu terkait keputusanmu berhenti dari band dan ketertarikanmu untuk belajar Islam lebih dalam. Boleh kan ya?

Niza: Hmmm …Hmm iya iya.. tapi Niza masih belum begitu memahami Islam terlalu mendalam … masih takut salah ngomong …

UGT: Nah, nanti kalau ngerasa pertanyaannya sulit, jujur saja. Nanti nggak harus dijawab. Gimana?

Niza: iyah …

UGT: Sudah berapa lama niz, kamu kenal musik metal, lalu sejak kapan kamu mulai terjun ke scene metal?

Niza: Sebenernya dari kecil dulu kakak suka dengerin musik gitu dan suka maen gitar dia di kamar sama temen-temen dia, sambil dengerin Sepultura, Soulfly, dll akhirnya Niza juga suka dengerin juga.. Lanjut masa SMA kan masa pencarian jati diri, saya pernah diajakin jadi vokalis salah satu band di Sidoarjo namanya Hexagram. Tapi karena kurang nyaman akhirnya saya memutuskan untuk keluar. Lalu tahun 2008 bikin band baru namanya Climaxeth sama temen temen .. trus lanjut dengan Osiris.. band dari Sidoarjo.

UGT: Oh gitu. Trus kok kamu bisa gabung band death metal lalu jadi vokalis, itu gimana awalnya? Maksud saya, kok mereka tahu kamu punya karakter vokal macam begitu (growl ala grind/death metal-red)?

Niza: Sebelumnya juga ikut band di sekolah. Saya jadi bassis dan vokal juga. Sempet bikin band yang personelnya cewek semua juga, saya jadi bassis sekaligus backing vocal yang teriak-teriak gitu. Huuu…

UGT: Bukan karena terbiasa neriakin maling ya? Hehe

Niza: Wahaha aduh ..

UGT: Trus kok bisa akhirnya mulai mikir untuk berjilbab? waktu itu apa yang mendorong kamu berjilbab?

Niza: Entahlah, tiba-tiba hati saya tergerak. Saya dulunya setiap hari minum sampai mabuk nggak mikir kalau setelah kematian nanti perbuatan kita itu bakal dipertanggung jawabkan. Tiap pulang, ibu selalu marah-marah di rumah karena badan saya bau rokok. Pulang pagi udah biasa. Bahkan saya pernah dibilang ikutan pakai narkoba, dan di sangka macem-macem gara-gara beberapa kali pulang dalam keadaan mabuk. Astagfirullah…

Waktu itu habis patah juga sih. Jadi hatinya belum bisa move on. Bahkan suatu hari sempat memutuskan bertatto, padahal dari dulu saya anti dengan tattoo. Kemudian saya sadar, dan akhirnya saya memutuskan memakai jilbab. Saya ingin berusaha jauh lebih baik. Doakan istiqomah..

UGT: Wuih, jadi selama itu respon ayah dan ibu selalu kontra dengan aktivitas kamu dengan teman-teman ya?

Niza: Iyah, ibu kontra dengan saya… dan almarhum Bapak yang sudah meninggal. Beliau juga yang bikin saya akhirnya berfikir ingin berubah.

UGT: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Aku turun berduka. Kalau boleh tahu, Bapak meninggal tahun berapa?

Niza: Tahun 2006

UGT: Hmm.. gitu.

Niza: I feel so guilty.. hiks..

UGT: Lalu bagaimana respon teman-teman di band saat kamu memutuskan berhenti?

Niza: Ya ada yg menerima, ada yang belum bisa menerima. Tapi… saya tetap dengan keputusan saya.

UGT: lalu bagaimana cara kamu kalo belajar Islam? ikut pengajian rutin kah? atau juga lewat buku? atau ada teman yang membimbing?

Niza: Alhamdulillah.. Niza kenal sama teman kerja, dulu yang ajarin Niza tentang Islam, ikutan taklim, dan belajar dari buku-buku juga.

UGT: Pernah nggak kamu mikir 10 tahun mendatang kamu bakal seperti apa? terkait kondisi yang kamu cita-citakan 10 tahun lagi.

Niza: Jujur saya belum berfikiran sebegitu jauh hingga 10 tahun kedepan. Karena belum tentu juga umur Niza mencapai 10 tahun kedepan. Tapi jika diberikan umur yang panjang, semoga bisa memperdalam Islam secara kaffah dan jauh lebih baik.

UGT: Yah, siapa tau pengen jadi ibu rumah tangga, pebisnis, atau istri solehah yang punya 11 anak, atau apa gitu kek, hahaha…

Niza: Hmmm…Hahaha gatau … Wallahu A’lam Bishawab..

UGT: Oh iya, yang terakhir. Kasih komentar tentang Underground Tauhid dong…

Niza: Underground Tauhid bagus banget! Banyak sekali informasi yang saya dapetin juga dari sana. Semoga selalu bisa menginspirasikan semua.

UGT: Aamiin. Makasih sudah mau diwawancara. Jazakillah khairan katsiran. Semoga wawancara ini juga bisa menginspirasi semuanya. Wassalamualaikum.

Niza: Aamiin.. Wa alaikumsalam warohmatullah wabarokatuh. Waiyyakum.

niza-nurmalasari-climaxeth

Sumber: undergroundtauhid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *