Home / Artikel / Opini / Kedekatan Islam dengan Musik Rap di Barat
(sumber gambar: qgprod.com)

Kedekatan Islam dengan Musik Rap di Barat

BARU-BARU ini saya mengetahui bahwa T-Pain adalah seorang Muslim. Saya tidak pernah tahu sebelumnya. Bahkan sebelumnya saya suka mematikan radio kalau mendengar lagu-lagu T-Pain diputar. Sebenernya saya bukan penggemar musik rap, tapi gara-gara informasi ini saya jadi tertarik meneliti lebih jauh rapper mana saja yang beragama Islam dan mana yang tidak.

Selama saya mengamati musik rap, saat itu pula saya menemukan pengaruh Islam kedalam genre tersebut. Mulai pengunaan kaligrafi kufi, sampai isu negara Islam yang masuk dalam pembahasan lirik lagu mereka. Banyak sekali buktinya. Salah satu contoh, coba lihat kover album I Am… oleh Nas, dengan kutipan dari surat An-Nas yang dicantumkan dalam bookletnya. Maknanya menjadi dua sekaligus, antara nama sang rapper (Nasir) dengan nama salah satu surat dalam Al-Quran yang berarti “Manusia”. Meskipun Nas bukan seorang Muslim, tapi luar biasanya ia memiliki lirik yang simpatik terhadap Islam.

“Curse the day of they birth confused/who’s to be praised?/The mighty dollar — or almighty Allah’” – Nas – Ghetto Prisoners (I Am…)

“Put it on her ring finger cocked the glock/ and started prayin/ to Muhammad and Allah, the most beneficial… “– Nas – Undying Love (I Am…)

Dengarkan juga pendahuluan lagu milik Diddy aka P.Diddy aka Puff Daddy yang berjudul “No Way Out”. Disitu dia memperdengarkan suara orang azan dan shalat.

Satu contoh lagi, dari Ghostface Killah, salah seorang personel WuTang Clan yang lirik lagunya kental menggambar syariat jihad fii sabilillah:

“Aiyo, I’ll die for the prophets and I’ll die for the Lord
On the battlefield, wounded badly, holding a sword
With no questions asked, I already know, it’s all for the cause
Just laying me facing the East, when I’m under the floor”
– Ghostface Killah – I’ll Die For You (The Big Doe Rehab)

Juga Immortal Technique yang punya lirik lagu The 4th Branch yang benar-benar gamblang berbau perlawanan terhadap opini Barat soal terorisme, atheisme, dan bahkan kristianitas.

“The voice of racism preaching the gospel is devilish
A fake church called the prophet Muhammad a terrorist
Forgetting God is not a religion, but a spiritual bond
And Jesus is the most quoted prophet in the Qu’ran”
– Immortal Technique – The 4th Branch (Revolutionary Vol. 2)

Masih banyak contoh-contoh lainnya, yang membuktikan bahwa genre hip-hop memang lebih dekat dengan kultur Islam. Padahal kenyataannya hanya sebagian kecil saja dari mereka yang benar-benar beragama Islam.

Jadi kini semakin jelas bahwa kultur rap di Barat jauh lebih terbuka terhadap Islam daripada genre musik lainnya. Tentu ini adalah fenomena yang tidak disangka-sangka.*[]

Editor: Woodang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *