Home / Artikel / Opini / Kata Editor tentang SUB CHAOS ZINE #14

Kata Editor tentang SUB CHAOS ZINE #14

Edisi kali ini memang edisi yang menurut saya sebagai editor, cukup sensitif untuk dibicarakan di kalangan scene punk. Bagaimana tidak, kebanyakan scenester punk/hardcore rata-rata akan menuduh siapapun yang mengait-ngaitkan punk dengan yahudi selalu dituduh sebagai anti-semit alias sentimen yahudi. Ujung-ujungnya dituduh rasis/fasis. Padahal, kalau ada band punk yang ngolok-ngolok Islam, ormas Islam, syariat Islam, atau Arab, dianggap biasa saja, atau bahkan malah didukung. Tanpa dapat label ‘islamophobia’.

Jelas ini nggak adil. Tapi biarin aja. Saya nggak peduli.

SUB CHAOS ZINE edisi ini membahas tentang hubungan antara subkultur punk dengan yahudi. Baik bangsa yahudi, agama yahudi alias yudaisme, maupun sekte zionisme. Perlu diketahui, bahwa pembahasan tentang bangsa yahudi dan agama yahudi (yudaisme) secara definisi memang berbeda. Namun memisahkan keduanya, tanpa menganggap keduanya saling mempengaruhi, adalah kesalahan besar. Karena kita tidak mungkin memahami karakter bangsa yahudi selain dari doktrin-doktrin yudaisme yang diyakini oleh mereka selama ratusan tahun. Menurut saya ini tidak ubahnya dengan mata uang logam yang memiliki dua sisi yang berbeda tapi tetap satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Maka, yahudi adalah istilah yang merujuk kepada suatu agama, sekaligus etnisitas, atau suku bangsa.

Salah satu yang dibahas dalam zine ini adalah tentang masuknya kepentingan-kepentingan Yahudi dalam isu-isu sentral punk dan anarkisme tanpa kita sadari. Juga tentang kritik-kritik terhadap ketimpangan punk dalam memilih isu-isu tentang fasisme dan rasisme, seperti misalnya, terlalu berlebihan membahas keburukan Nazisme ketimbang Zionisme. Nazi dikutuk punk tujuh turunan, tapi Zionisme yang jauh lebih berbahaya dan jauh lebih aktual namun tidak terlalu dijadikan isu sentral dalam membahas rasisme dan fasisme.

Selain itu, ada juga artikel yang membedah salah satu band punk legendaris yang terang-terang mempropagandakan fasisme dan rasisme ala Yahudi melalui lirik lagunya, namun tetap menjadi kegemaran punk diseluruh dunia yang persetan dengan bukti tersebut.

Tujuan dari pembahasan soal campur tangan Yahudi di scene punk ini bukanlah untuk menebarkan kebencian buta kepada mereka. Namun untuk kita bisa berhati-hati dengan pihak-pihak yang berusaha mendominasi, menguasai, mempengaruhi kita sebagai umat non-Yahudi agar mengikuti gaya hidup dan cara berpikir mereka (yang negatif).

Terakhir,…kalau mengatakan orang lain rasis, tapi malah dituduh rasis. Lalu siapa yang rasis sebenarnya?? Maka kalau setelah membaca prolog ini masih ada saja yang menuduh kami rasis. Berarti otaknya memang sudah nggak berfungsi dengan baik. Itu aja.

Wassalam.

Editor.

Link Download SUB CHAOS ZINE #14:

Versi baca

Versi Print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *