Home / Artikel / Opini / Fenomena Relijiusitas yang Menggelikan di Scene Punk

Fenomena Relijiusitas yang Menggelikan di Scene Punk

BEBERAPA waktu yang lalu saya menemukan fenomena unik di sebuah grup facebook “Outsiders & Lady Rose Indonesia” yang nota bene itu adalah grup yang berisi anak-anak muda penggemar band punk asal Bali, SUPERMAN IS DEAD (SID). “Outsider” adalah sebutan untuk fans SID dari kalangan laki-laki, sedangkan “Lady Rose” adalah sebutan untuk fans SID yang perempuan.

Fenomena unik apa yang saya temukan? Saat itu ada salah seorang penggemar SID yang memposting gambar bertuliskan “JUJUR!!! KAMU CINTA ALLAH? IYA (atau) TIDAK.” Kemudian diikuti status berbunyi “SAHABAT OUTSIDERS N LADY ROSE. YES ATAU NO. ME YESSS YOU”.

Mungkin agak sulit dipahami kalau statusnya bahasa Inggris yang grammarnya ancur begitu, tapi kurang lebih status ini menanyakan apakah para Outsiders dan Lady Rose di grup itu cinta kepada Allah atau tidak. Kalau si pemosting sudah menjawab “iya”, lalu dia menanyakan bagaimana dengan anggota grup yang lainnya. Apakah iya atau tidak. Begitulah kira-kira.

Temuan unik yang saya dapat dari postingan itu adalah bahwa dalam 2 jam saja sudah terkumpul 601 likes dan 191 komentar yang 99,9% menjawab “IYA/YES”. Artinya ada hampir 190 remaja penggemar SID yang mengatakan bahwa mereka mencintai Allah. Sungguh ini fenomena yang unik. Saya tidak pernah menyangka ternyata penggemar SID adalah orang-orang yang relijius. Hahaha.

Jika benar-benar mereka adalah remaja-remaja yang mencintai Allah secara serius, nggak bohong, nggak Cuma dimulut saja, tentu mereka akan menjalani konsekuensi-konsekuensinya pula. Mencintai Allah berarti menjalankan ketaqwaan. Yaitu MENJALANKAN SELURUH PERINTAH-NYA, DAN MENJAUHI SELURUH LARANGAN-NYA secara sungguh-sungguh.

Bukannya saya suudzan, tapi mungkinkah demikian? Benarkah 99% lebih penggemar SID yang menjawab dalam postingan itu adalah orang-orang yang benar-benar bertaqwa alias mencintai Allah secara sungguh-sungguh?

Ah saya tidak ingin men-judge. Biar kita sendiri yang menjawabnya dalam hati.

Saya hanya sempat cekikikan dengan beberapa komentar yang sempat muncul diantara ratusan komentar yang hanya berbunyi “Yes” itu. Ada sekitar 3 orang saja yang dengan santainya nyindir keras kepada para Outsiders dan Lady Rose yang kebanyakan ngomong “yes” itu. Akun bernama Inung Para Wali bilang “kbnyakan jwb yes’ tp bukti kecinta’annnya ngga tau.”

Hahaha… Benar kata Si Inung itu. Cinta memang butuh pembuktian. Bilang cinta dimulut aja tanpa pembuktian sama saja nggombal! Hahaha.

Kemudian akun bernama Ahmad Aushoni Osd komentarnya lebih ‘nusuk’. Dia bilang, “Ya” tog nk ra tau sholat podo ae.”

Wakakak.. tertawa saya semakin keras baca komentar yang satu ini. Sangat polos tapi bener-bener nusuk pas di jantung! Nggak ada yang salah dari komentar Ahmad ini. Bagus malah. Dia bener banget bilang bahwa intinya kecintaan dalam Islam harus dibuktikan minimal dengan cara menegakkan sholat. Nggak sholat tapi bilang cinta Allah jelas Cuma nggombal namanya. Hahaha. Good word, Ahmad!

Tapi masih ada satu komentar lagi yang bikin saya tertawa ngakak cukup lama. Sampai setiap saya ingat ini, saya selalu tertawa lagi. Benar-benar polos, lucu, bahkan konyolnya luar biasa. Dan komentar inilah yang benar-benar (mungkin) bisa menyimpulkan fenomena unik dari relijiusitas semu yang ada di scene punk selama ini. Seorang bernama akun Buddie M menulis dengan polos dan pedenya begini:

“Yess……!!!!!!! Walaupun gw blom bisa sholat full 5 waktu…..Tp gw cinta allah….”

BUAKAKAKAKAK…!!! Udah ah!*[]

Oleh: Aikrelijius SID fans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *