Home / Artikel / Opini / Ayo Hijrah, Kawan…

Ayo Hijrah, Kawan…

HIJRAH secara bahasa berarti berpindah. Hal ini pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ketika kondisi Makkah yang sudah tidak kondusif. Banyak ancaman dari berbagai pihak agar nabi tidak menyebarluaskan agama Islam. Maka dari itu atas pentunjuk-Nya beliau melakukan hijrah ke Madinah. Dan beliau tetap menyebarkan agama Islam ditengah ancaman masyarakat.

Jika melihat zaman sekarang, hijrah yang berarti berpindah bukan lebih ke arah berpindah tempat. Tetapi lebih merujuk pada berpindah dari sering berbuat dosa lalu berusaha semaksimal mungkin menjadi “manusia baru” dengan bertaqwa kepada Allah SWT. Konteks “pindah” yang dimaksud akhirnya mempunyai arti tidak lagi “berpindah” tempat, lebih spesifiknya “pindah” menjadi pribadi yang baru dan tentu lebih religius dan berusaha  menjadi menusia yang menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

Setiap orang mempunyai kisah hidup yang berbeda-beda. Dan tentu ada pula yang mempunyai kisah hidup jahiliyah. Akhirnya harus  perubahan dalam diri, mengingat konsep hidup Islam adalah akhirat. Tidak sedikit yang tergelincir pada euforia duniawi dan lupa akan kewajiban untuk bekal ke akhirat, lupa akan segala yang  kita perbuat pada nantinya akan dipertangungjawabkan dihadapan-Nya. Melihat hal tersebut hijrah sangat diperlukan.

Agar hijrah kita berhasil. Maka ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan.

Pertama, ikhlaskan niat kita lebih dulu. Jangan hijrah hanya karena tuntutan duniawi. Misalnya masuk Islam karena pengen menikahi perempuan muslim. Kalau hanya sebatas itu, hijrah nggak akan bertahan lama. Luruskan niat karena Allah.

Kedua, hindari lingkungan pergaulan yang kurang kondusif. Jauhi teman-teman yang cenderung kepada kebiasaan lama kita yang masih buruk. Keseringan bersama mereka bikin kita terpengaruh.

Ketiga, lakukan perubahan secara bertahap dalam diri kita. Awalnya yang basic-basic dulu. Cari hal-hal yang penting yang harus dilakukan lebih dulu. Misalnya sholat lima waktu, belajar ilmu agama, dll, kemudian dikonsistenkan.

Hijrah memang harus di-update setiap harinya. Karena Islam mengajarkan hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari ini sama dengan hari kemarin maka kita rugi. Apalagi hari ini lebih buruk daripada hari kemarin. Konteksnya disini kita dituntut untuk selalu meng-update diri setiap hari untuk selalu berbuat kebaikan, terlebih lagi dalam hal ibadah, harus lebih lebih dan lebih baik dari sebelumnya. Seperti contoh jika kita sudah bisa sholat lima waktu, kita meng-update lima waktu harus di masjid untuk yang laki-laki. Jika sudah konsisten harus bisa update lagi menjalankan sholat sunnah.

Keempat, dukung perubahan kita dengan doa-doa. Jangan sampai lupa hal yang satu ini. Karena hanya Allah Swt lah yang memberi keputusan dan hidayah kepada kita. Maka mintalah hanya kepada-Nya agar kita tetap konsisten dalam kebaikan.

Kalau empat hal tersebut sudah berhasil kita jalani, insyaAllah kita akan tetap dalam bimbingan Allah Swt. Aamiin. So, ayo hijrah, kawan!*[]

Oleh: Rizal Pamuji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *